Perancangan Estetika Halaman Web

Posted: Mei 8, 2013 in RPL
Tag:, ,

web-architect

Perancangan estetika, yang sering juga disebut sebagai perancangan grafis, pada dasarnya merupakan tambahan artistik yang sering digunakan untuk melengkapi aspek-aspek teknis dari perancangan suatu aplikasi web. tanpa perancangan estetika ini, suatu aplikasi web mungkin saja bersifat fungsional, tetapi tidak menarik. Dengan perancangan estetika, suatu aplikasi web akan terlihan oleh dunia sebagai sesuatu yang bernilai, selain juga seringkali akan terlihat cerdas. Tetapi apa yang dimaksud dengan estetika ?. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa

Kecantikan hadir pada mata pegamatnya

dalam hal tampilan ada beberapa permasalahan yang muncul antara lain :

Jangan takut dengan spasi kosong

sangat tidak disarankan untuk mengisi setiap bagian dari halaman web penuh dengan informasi, sebab hasilnya seringkali akan membuat para pengguna merasa sukar untuk mengidentifikasi informasi atau fitur-fitur yang diperlukan dan membuat halaman web menjadi kacau secara visual, dimana hal ini juga membuat mata pengguna menjadi tidak nyaman.

Lakukan penekanan pada isi

isi pada umumnya adalah alasan utama bagi para pengguna untuk masuk aplikasi web yang kita kembangkan. Nielsen [Nie00] menyarankan agar suatu halaman web semestinya melakukan alokasi sebanyak 80% dari luas halaman itu untuk isi yang bersifat informasional. sementara 20% sisanya bisa digunakan untuk fitur-fitur navigasi serta fitur-fitur tambahan lainya. organisasikanlah tataletak elemen-elemen dari atas kiri kebawah kanan, karena kebanyakan pengguna akan melakukan pemindahan suatu halaman web dengan cara yang sama. seperti merka melakukan pemindahan terhadap halaman suatu buku dari arah kiri atas ke arah kanan bawah. jika tata letak elemen-elemen memiliki prioritas-prioritas yang bersifat spesifik, elemen-elemen yang memiliki prioritas lebih tinggi sebaiknya diletakan dibagian kiri atas.

Lakukan pengelompokan fitur-fitur navigasi, isi dan fungsi

orang-orang pada umumnya melakukan pencarian secara virtual dalam hampir segala sesuatu. jika tidak ada pola-pola yang mudah dikenali dalam suatu halaman web, kekecewaan pengguna cenderung meningkat (karena ketidakpastiannya dalam langkah-langkah untuk mencari informasi-informasi yang diperlukanya).

Jangan perluas bagian-bagian yang “mewah” dengan penggunaan penggulung(scrollbar)

meskipun penggulung-penggulung seringkali memang perlu digunakan. kebanyakan penelitian yang pernah dilakukan menyebutkan bahwa para pengguna pada dasarnya tidak terlalu suka menggunakanya. dalam hal ini, merupakan hal yang lebih baik jika kita berusaha mengurangi isi suatu halaman yang jumlahnya banyak atau menampilkan isi yang ukuranya besar pada beberapa halaman yang berbeda.

Pertimbangkan resolusi layar dan ukuran jendela perambah (browser) saat kita melakukan perancangan tata letak suatu tampilan halaman web.

alih-alih mendefinisikan ukuran yang tetap didalam tata letak, perancangan tampilan seharusnya menspesifikasi semua tata letak untuk item-item sebagai presentase dari ruang yang tersedia.

Referensi : Pendekatan Praktisi Edisi 7, Roger S.Pressman, Ph.D

… semoga bermanfaat …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s