mentari pagi bersinar begitu terang , menyingkap kaut tipis yang menyelimuti bumi. dengan langkah yang pasti ku ayunkan kakiku menuju tempat sekolah ku yang letaknya kurang lebih 200 meter dari tempat kos ku.
pagi ini terasa begitu membosankan, entah karena apa aku merasa malas mengikuti pelajaran dan kebetulan pagi ini pelajaranya adalah matematika. sehingga suasanya semakin membosankan. tiga jam pelajaran matematika telah berlalu dan dalam waktu tiga jam itu terasa tiga bulan. setelah jam pelajaran matematika selesai aku langsung kekantin .setelah aku pesan satu gelas jus alpokat aku duduk di serambi kantin sambil mengamati susana taman sekolah ku yang kelihatan alami
saat itu di tengah kesendirian teman ku datang menghampiri ku dia namanya dwi soleh teman kost ku. saat itu aku dan dia saling berbagi cerita tentang suasana alam di desaku dan di desanya. setelah lama bercerita hingga waktu pelajaran sudah mulai tiba-tiba Dwi soleh memaling kan mukanya kearah seseorang dengan wajah yang murung dia menceritakan bercerita bahwa cintanya di tolak oleh gadis itu dan gadis itu bernama Ririp, kemudian aku menepuk bahunya karena pelajaran sudah lama di mulai dan kami pun bergegas ke kelas kami masing-masing.
</
ke esokan harinya aku dan soleh berjalan-jalan ke perpustakaan sekolah yang letaknya tidak jauh dari kelas kami berada, di perpus tak seperti biasanya sepi pengunjung denagan langkah yang pasti kami mngambil temepat duduk di deretan rak buku yang paling ujung